Tiga Desa di Sulawesi Utara Jadi Percontohan Program CABI untuk Cegah Wabah Demam Babi Afrika
Buroko- Tiga desa di Sulawesi Utara (Sulut) terpilih sebagai lokasi percontohan Program Intervensi Biosekuriti Komunitas untuk Demam Babi Afrika (Community African Swine Fever Biosecurity Intervention/CABI) . Program ini bertujuan mencegah penyebaran wabah African Swine Fever (ASF) yang selama ini mengancam peternakan babi skala kecil.

Baca Juga : Sinergi tetap Terjaga, Bupati Iskandar bersama Wabup Deddy Apresiasi Kajari Elwin dan Sambut Kajari baru
Ketiga desa tersebut adalah:
-
Desa Pinabetengan (Kabupaten Minahasa)
-
Desa Tiwoho (Kabupaten Minahasa Utara)
-
Desa Paslaten Satu (Kabupaten Minahasa Selatan)
81 Peternak Dilatih, Kesadaran Biosekuriti Meningkat
Menurut Hana Tioho, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut , sebanyak 81 peternak babi skala kecil telah mengikuti program ini. Mereka mendapatkan pelatihan intensif tentang pentingnya biosekuriti —langkah pencegahan utama untuk mengendalikan penyebaran ASF.
“Peternak kini lebih sadar akan ancaman ASF dan mampu menerapkan praktik biosekuriti yang efektif dengan biaya terjangkau,” jelas Hana.
Manfaat Nyata Program CABI bagi Peternak
Program ini telah memberikan dampak positif yang signifikan, di antaranya:
✅ Peningkatan Pemahaman tentang ASF – Peternak kini lebih waspada terhadap gejala awal ASF dan tahu cara melaporkan kasus dengan cepat kepada otoritas terkait.
✅ Penerapan Biosekuriti di Kandang – Termasuk manajemen pakan yang aman, pengelolaan limbah yang benar, dan penanganan bahan berisiko.
✅ Peningkatan Ekonomi Peternak – Angka kematian ternak menurun, nilai jual babi meningkat, dan kepercayaan pembeli tumbuh.
Kolaborasi Internasional untuk Peternakan yang Lebih Aman
Program CABI merupakan hasil kolaborasi antara:
-
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan)
-
FAO Indonesia melalui Emergency Center for Transboundary Animal Diseases (ECTAD)
-
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara
-
Dukungan Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pedesaan Republik Korea
Tujuannya adalah mendorong praktik biosekuriti yang terjangkau dan berbasis komunitas , sehingga peternak kecil bisa lebih mandiri dalam mencegah wabah ASF.
Harapan ke Depan
Dengan keberhasilan di tiga desa percontohan ini, diharapkan program CABI dapat membahas ke daerah lain di Indonesia , membantu peternak babi skala kecil agar lebih tangguh dalam menghadapi ancaman penyakit.
“Ini langkah besar untuk melindungi peternakan rakyat dan menjaga stok pangan nasional,” pungkas Hana.







