, ,

Tiga Desa di Sulawesi Utara Jadi Percontohan Program CABI Cegah Wabah ASF

by -2575 Views

Tiga Desa di Sulawesi Utara Jadi Percontohan Program CABI untuk Cegah Wabah Demam Babi Afrika

Buroko-  Tiga desa di Sulawesi Utara (Sulut) terpilih sebagai lokasi percontohan  Program Intervensi Biosekuriti Komunitas untuk Demam Babi Afrika (Community African Swine Fever Biosecurity Intervention/CABI) . Program ini bertujuan mencegah penyebaran wabah  African Swine Fever (ASF)  yang selama ini mengancam peternakan babi skala kecil.

Tiga Desa di Sulawesi Utara Jadi Percontohan Program CABI Cegah Wabah ASF
Tiga Desa di Sulawesi Utara Jadi Percontohan Program CABI Cegah Wabah ASF

Baca Juga :  Sinergi tetap Terjaga, Bupati Iskandar bersama Wabup Deddy Apresiasi Kajari Elwin dan Sambut Kajari baru

Ketiga desa tersebut adalah:

  1. Desa Pinabetengan (Kabupaten Minahasa)

  2. Desa Tiwoho (Kabupaten Minahasa Utara)

  3. Desa Paslaten Satu (Kabupaten Minahasa Selatan)

81 Peternak Dilatih, Kesadaran Biosekuriti Meningkat

Menurut  Hana Tioho, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut , sebanyak  81 peternak babi skala kecil  telah mengikuti program ini. Mereka mendapatkan pelatihan intensif tentang pentingnya  biosekuriti —langkah pencegahan utama untuk mengendalikan penyebaran ASF.

“Peternak kini lebih sadar akan ancaman ASF dan mampu menerapkan praktik biosekuriti yang efektif dengan biaya terjangkau,”  jelas Hana.

Manfaat Nyata Program CABI bagi Peternak

Program ini telah memberikan dampak positif yang signifikan, di antaranya:
✅  Peningkatan Pemahaman tentang ASF  – Peternak kini lebih waspada terhadap gejala awal ASF dan tahu cara melaporkan kasus dengan cepat kepada otoritas terkait.
✅  Penerapan Biosekuriti di Kandang  – Termasuk manajemen pakan yang aman, pengelolaan limbah yang benar, dan penanganan bahan berisiko.
✅  Peningkatan Ekonomi Peternak  – Angka kematian ternak menurun, nilai jual babi meningkat, dan kepercayaan pembeli tumbuh.

Kolaborasi Internasional untuk Peternakan yang Lebih Aman

Program CABI merupakan hasil  kolaborasi antara:

  • Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan)

  • FAO Indonesia melalui Emergency Center for Transboundary Animal Diseases (ECTAD)

  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara

  • Dukungan Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pedesaan Republik Korea

Tujuannya adalah  mendorong praktik biosekuriti yang terjangkau dan berbasis komunitas , sehingga peternak kecil bisa lebih mandiri dalam mencegah wabah ASF.

Harapan ke Depan

Dengan keberhasilan di tiga desa percontohan ini, diharapkan program CABI dapat  membahas ke daerah lain di Indonesia , membantu peternak babi skala kecil agar lebih tangguh dalam menghadapi ancaman penyakit.

“Ini langkah besar untuk melindungi peternakan rakyat dan menjaga stok pangan nasional,”  pungkas Hana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.