Komitmen Nyata Sulut untuk Demokrasi Bermartabat: Gubernur Yulius dan Wagub Victor Salurkan Rp1,75 Miliar untuk Penguatan Parpol
Buroko– Dalam sebuah langkah strategis untuk memperkuat pilar-pilar demokrasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) kembali menunjukkan kepemimpinannya dalam membangun ekosistem politik yang sehat dan beretika. Di bawah komando Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Pemprov Sulut secara resmi menyalurkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik Parpol tahun 2025 sebesar Rp1,75 miliar. Angka ini bukan sekadar nominal di atas kertas, melainkan sebuah investasi politik nyata untuk menumbuhkan kader-kader bangsa yang berintegritas dan memastikan demokrasi yang dijalankan benar-benar aspiratif dan bermartabat.

Baca Juga : Ekspor Udang Indonesia Ke Pasar Premium AS Pulih Sepenuhnya, Industri Kembali Bangkit
Acara seremonial penyerahan dana yang berlangsung di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, diwarnai dengan semangat kolaborasi dan optimisme. Hadir dalam kesempatan tersebut, pimpinan dan pengurus dari sembilan partai politik pemegang kursi di DPRD Sulut, yaitu PDIP, Golkar, NasDem, PKS, Demokrat, PKB, PSI, Perindo, dan Gerindra. Gubernur Yulius Selvanus yang berhalangan hadir, diwakili secara langsung oleh Asisten I Setdaprov Sulut, Denny Mangala, didampingi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Jhonny Suak.
Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini adalah Pondasi Demokrasi
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Denny Mangala, Gubernur Yulius menegaskan dengan sangat jelas bahwa dana sebesar Rp1,75 miliar ini sama sekali bukan dianggap sebagai “hadiah” atau bagi-bagi rezeki politik.
“Dana bantuan keuangan parpol ini bukan hadiah politik, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun peradaban demokrasi yang beretika, transparan, dan berorientasi pada rakyat,” tegas Gubernur Yulius.
Ia lebih lanjut menggarisbawahi peran sentral partai politik sebagai ujung tombak demokrasi. Partai politik, dalam pandangannya, adalah jembatan penghubung yang vital antara pemerintah dan rakyat, sekaligus menjadi motor penggerak pendidikan politik di tingkat akar rumput.
“Fungsi partai politik sebagai penyambung aspirasi dan sekolah kader tidak boleh dilemahkan. Prinsipnya sederhana namun fundamental: kalau partai kuat dan beretika, maka demokrasi kita juga akan kokoh,” imbuhnya, menyampaikan pesan yang tegas dan visioner.
Transparansi dan Akuntabilitas sebagai Standar Utama
Merespons pesan gubernur, Kaban Kesbangpol Sulut, Jhonny Suak, memberikan penjelasan teknis yang rinci untuk memastikan publik mengenai kejelasan dan transparansi proses ini. Ia menyatakan bahwa total dana yang disalurkan secara resmi adalah Rp1.753.680.000.
“Seluruh proses penyaluran dana dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui mekanisme transfer langsung ke rekening resmi masing-masing partai politik penerima,” jelas Suak. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko dan memastikan dana tepat sasaran.
Suak juga menegaskan bahwa kesembilan partai tersebut telah melalui proses verifikasi yang ketat dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang berlaku. “Tidak ada yang sembunyi-sembunyi di sini. Semua telah diverifikasi dan memenuhi syarat,” ujarnya.
Investasi untuk Masa Depan: Pendidikan Politik dan Kaderisasi
Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban, Suak menekankan bahwa dana ini memiliki tujuan yang lebih mulia. Ia menyampaikan harapan besarnya agar dana tersebut dialokasikan untuk hal-hal yang substantif.
“Kami berharap dana ini menjadi investasi politik yang mencerdaskan, bukan sekadar formalitas. Dana ini harus digunakan untuk kegiatan pembinaan kader, pendidikan politik yang berkualitas, serta berbagai program yang dapat menumbuhkan kesadaran berdemokrasi yang partisipatif di tengah masyarakat,” paparnya.
Suasana Kolaboratif dan Komitmen Bersama
Suasana di Ruang CJ Rantung mencerminkan semangat yang dibangun oleh pemerintah daerah. Acara berlangsung hangat dan penuh dengan nuansa kebersamaan, menandakan hubungan yang sinergis antara eksekutif dan partai politik. Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, para pimpinan partai yang hadir secara bergiliran menandatangani berita acara penerimaan dana hibah. Dokumen ini menjadi bukti komitmen bersama untuk mengelola dana rakyat tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Dengan disalurkannya dana bantuan keuangan parpol ini, Sulawesi Utara tidak hanya bicara tentang teori demokrasi, tetapi sedang mempraktikkannya. Langkah Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay ini diharapkan dapat memacu partai politik untuk lebih giat lagi membangun kader-kader unggul dan menjadi mitra pemerintah yang kritis namun konstruktif dalam membangun Sulut yang lebih maju dan sejahtera.







