Buroko – Tradisi Mandi Safar Tomini, salah satu kearifan lokal yang masih lestari di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, menyatakan komitmennya untuk mendorong tradisi tersebut agar diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Mandi Safar, Tradisi Warisan Leluhur
Mandi Safar merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan masyarakat Tomini setiap bulan Safar dalam kalender Hijriah. Ritual ini dipercaya memiliki makna spiritual dan sosial, yakni membersihkan diri dari hal buruk sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan antarwarga.
“Tradisi ini bukan sekadar ritual mandi bersama, tetapi menyimpan nilai filosofi yang dalam tentang kebersihan lahir batin, solidaritas, dan penghormatan terhadap leluhur,” ungkap Bupati Iskandar.
Upaya Pelestarian Kearifan Lokal
Iskandar menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya melestarikan tradisi tersebut. Salah satunya dengan mengajukan Mandi Safar Tomini ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
“Jika ditetapkan sebagai WBTB, maka tradisi ini akan lebih terlindungi, sekaligus memberi pengakuan resmi dari negara terhadap kekayaan budaya masyarakat Tomini,” tambahnya.

Baca juga: Klub Harley Kementerian UMKM Geber Promosi Produk Lokal Otomotif
Dukungan Masyarakat dan Akademisi
Langkah Bupati Iskandar ini mendapat dukungan dari tokoh adat, budayawan, dan masyarakat setempat. Akademisi dari universitas di Gorontalo bahkan siap membantu melengkapi kajian akademis yang dibutuhkan untuk pengusulan WBTB.
“Dengan sinergi pemerintah, tokoh adat, dan akademisi, peluang tradisi Mandi Safar Tomini masuk daftar warisan budaya sangat besar,” ujar seorang tokoh adat Tomini.
Manfaat Ekonomi dan Pariwisata
Selain sebagai pelestarian budaya, pengakuan Mandi Safar sebagai WBTB juga diyakini mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di Bolsel. Tradisi ini dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkaya kalender pariwisata daerah.
“Pelestarian budaya sekaligus akan membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat,” kata Bupati.
Komitmen Pemda Bolsel
Bupati Iskandar menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan adat, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa warisan leluhur tidak hilang ditelan zaman, tapi justru menjadi identitas kuat daerah,” pungkasnya.







