SIAGA GELOMBANG TINGGI! BMKG Bitung Keluarkan Peringatan Dini untuk Perairan Sulut
News Buroko- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG Stasiun Maritim Bitung mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk kawasan perairan Sulut. Peringatan ini berlaku dalam jangka waktu yang cukup panjang, mulai dari Sabtu, 30 Agustus 2025, pukul 08.00 WITA, hingga Selasa, 2 September 2025, pukul 08.00 WITA.

Baca Juga : Prestasi Membanggakan, Manado Post Raih Piagam Wajib Pajak
Masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan operator kapal, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan keselamatan selama beraktivitas di laut.
Apa Penyebab Gelombang Tinggi Ini?
Berdasarkan analisis BMKG, fenomena ini dipicu oleh adanya belokan angin yang memanjang di sekitar wilayah Sulawesi Utara. Pola cuaca ini mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif (awan hujan) yang dapat memicu hujan lebat disertai angin kencang secara tiba-tiba.
Pola angin di Laut Sulawesi umumnya bertiup dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan yang signifikan, berkisar antara 6 hingga 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di sekitar perairan Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, yang secara langsung berpotensi mendorong terbentuknya gelombang tinggi di kawasan tersebut.
Prakiraan Tinggi Gelombang dan Area Terdampak
BMKG memprakirakan gelombang dengan ketinggian kategori sedang (1.25 – 2.5 meter) berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan berikut:
-
Perairan Kepulauan Talaud
-
Perairan Kepulauan Sangihe
-
Perairan Minahasa Utara
Kawasan ini dinilai paling berisiko dan memerlukan perhatian ekstra.
Imbauan Keselamatan dari BMKG Maritim Bitung
Menyikapi kondisi ini, BMKG Maritim Bitung memberikan imbauan keselamatan yang terperinci bagi para pengguna laut:
-
Untuk Kapal Nelayan (Perahu Kecil): Kondisi berisiko bagi keselamatan berlayar terjadi ketika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter. Nelayan dengan perahu berukuran kecil sangat disarankan untuk tidak melaut.
-
Untuk Kapal Tongkang & Kapal Berukuran Sedang: Kapal jenis ini juga perlu waspada. Risiko keselamatan meningkat signifikan ketika kecepatan angin mencapai 16 knot atau lebih. Dianjurkan untuk menunda pelayaran dan mencari informasi terkini dari BMKG.
-
Kewaspadaan Ekstra: BMKG menekankan bahwa gelombang tinggi yang dipadukan dengan kondisi cuaca buruk lain seperti hujan deras dan angin kencang yang datang secara tiba-tiba dapat sangat berbahaya. Kombinasi faktor ini dapat drastically mengurangi jarak pandang dan menciptakan kondisi laut yang sangat ganas.
Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?
BMKG menghimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir dan yang berprofesi sebagai nelayan, untuk:
-
Senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG melalui kanal-saluran resmi sebelum memutuskan untuk berlayar.
-
Menunda semua aktivitas melaut dan pelayaran jika kondisi dirasa tidak memungkinkan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama.
-
Memastikan alat komunikasi dan keselamatan di kapal dalam kondisi prima.
-
Mengikuti arahan dari pihak berwajib seperti Basarnas, TNI AL, dan Dinas Perhubungan Laut setempat.
Dengan memperhatikan peringatan dini ini dan mengambil langkah antisipasi yang tepat, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan seluruh pengguna laut di Sulawesi Utara.







